+62 (21) 426-2125 / 0818216000 (call only) jakarta@postiga.co.id

Jakarta – Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengungkapkan bahwa mengkonsumsi makanan yang sehat selama pandemi dapat mempengaruhi kemampuan tubuh untuk mencegah, melawan, dan mempercepat pemulihan dari gejala COVID-19, termasuk Omicron. Mengingat kasus lonjakan Omicron lagi naik belakangan ini di Indonesia.

Meskipun tak ada makanan atau suplemen makanan yang bisa menyembuhkan infeksi COVID-19, namun mengkonsumsi makanan yang sehat dapat meningkatkan sistem kekebalan tubuh.

Selain meringankan gejala COVID-19, mengkonsumsi makanan yang sehat juga memungkinkan dapat mengurangi masalah kesehatan lainnya, seperti obesitas, penyakit jantung, diabetes, dan kanker.

Dikutip dari laman resmi WHO, Kamis (10/02/2022), berikut sejumlah makanan yang bisa meringankan gejala atau mempercepat pemulihan COVID-19, termasuk Omicron.

1. Konsumsi sayuran dan buah-buahan
Konsumsi makanan, seperti gandum, jagung, dan nasi, kacang-kacangan, buah, dan sayuran. Bisa juga mengkonsumsi makanan dari sumber hewani, seperti daging, ikan, telur, dan susu.

Selain itu, ada pilihan makanan lain, seperti oat hingga gandum yang kaya akan serat untuk memberikan rasa kenyang lebih lama.

2. Kurangi konsumsi garam pada makanan
Saat memasak dan menyiapkan makanan, gunakan garam secukupnya dan kurangi penggunaan saus dan bumbu asin (seperti kecap asin, kaldu atau kecap ikan). Batasi asupan garam hingga 5 gram (setara dengan satu sendok teh) sehari.

Jika mengkonsumsi makanan kaleng atau kering, pilihlah yang tidak menggunakan tambahan garam atau gula.

3. Kurangi makan yang mengandung lemak dan minyak
Gantilah penggunaan minyak yang mengandung lemak jahat dengan minyak yang lebih sehat, seperti zaitun, kedelai, dan lainnya.

Konsumsi daging putih, seperti unggas dan ikan umumnya memiliki kandungan lemak lebih rendah daripada daging merah. Apabila ingin mengkonsumsi susu, pilihlah produk susu yang memiliki kandungan rendah lemak.

Hindari makanan yang diproses, dipanggang, dan digoreng yang mengandung lemak trans. Cobalah metode lain, seperti mengukus atau merebus daripada menggoreng makanan saat memasak.

4. Batasi asupan gula
Batasi asupan minuman manis, seperti minuman bersoda, minuman jus, minuman energi, teh dan kopi kaleng (siap minum), serta minuman susu olahan. Begitu juga dengan makanan manis, seperti kue kering, kue, dan cokelat. Pilihlah makanan yang rendah gula atau tanpa gula tambahan.

5. Minum air yang cukup
Hidrasi yang baik sangat penting untuk kesehatan yang optimal. Minum air putih adalah cara sederhana untuk membatasi asupan gula dan kalori berlebih di dalam tubuh.

6. Hindari konsumsi alkohol
Mengkonsumsi alkohol tidak bisa melindungi diri dari COVID-19. Bahkan, konsumsi alkohol yang berlebih dapat meningkatkan risiko cedera dan menyebabkan efek jangka panjang seperti kerusakan hati, kanker, penyakit jantung, dan penyakit mental.