Rayap termasuk ke dalam Klas insekta (serangga) Ordo Isoptera (iso = sama; ptera = sayap). Ordo serangga ini ditandai dengan bentuk sayap yang serupa baik ukuran maupun struktur antara sayap depan dengan sayap belakang. Rayap dikenal pula sebagai serangga sosial, karena hidupnya yang berkelompok dalam satu koloni yang terdiri dari anggota-anggota koloni dengan bentuk dan fungsi yang berbeda atau dikenal sebagai kasta. Pada koloni rayap terdapat tiga kasta yang berbeda yaitu, kasta prajurit pekerja, dan reproduktif. Hingga saat ini di dunia telah berhasil diidentifikasi lebih dari 2500 jenis rayap. Sementara itu di Indonesia ditemukan tidak kurang dari 200 jenis rayap atau kurang lebih 10% dari keragaman jenis rayap dunia. Jenis-jenis rayap tersebut diklasifikasikan ke dalam tujuh famili, 15 sub-famili, dan 200 genus. Pembagian famili adalah sebagai berikut; Famili Mastotermitidae; Kalotermitidae; Termopsidae ; Hodotermitidae ; Rhinotermitidae ; Serritermitidae ; dan famili Termitidae.

Berdasarkan habitatnya, terdapat dua kelompok rayap penting yang banyak menyerang bangunan gedung, yaitu :

  1. Kelompok rayap tanah (subterranean termite)
  2. Rayap kayu kering (drywood termite).

Rayap tanah merupakan rayap yang paling banyak menyerang bangunan gedung. Kelompok rayap ini bersarang di dalam tanah tetapi mampu menjangkau objek-objek seranganya yang berada jauh di atas permukaan tanah. Dari pusat sarang di dalam tanah ke objek-objek serangan tersebut dihubungkan oleh saluran-saluran tanah yang disebut sebagai liang kembara sebagai jalan bagi rayap sekaligus sebagai tempat perlindungan. Oleh karena itu setiap serangan oleh rayap ini ditandai oleh adanya tanah liang kembara rayap. Rayap kayu kering tidak bersarang di dalam tanah tertapi bersarang di dalam kayu-kayu kering. Anggota koloninya jauh lebih sedikit dibandingkan anggota koloni rayap tanah. Serangan rayap ini ditandai dengan adanya serbuk-serbuk gerek berbentuk butiran halus di sekitar lokasi serangannya.

Strategi yang digunakan untuk perlindungan bangunan dari serangan rayap tanah di Indonesia meliputi tindakan pencegahan (exluding infestation) dan pembasmian serangan (eradication or remedial infestation). Tindakan pencegahan meliputi penggunaan kayu awet (termite resistant timbers), penghalang fisik (physical barriers) dan penghalang kimia (chemically-treated soil barriers) pada masa pra-konstruksi. Sementara itu tindakan pembasmian serangan rayap dapat dilakukan dengan aplikasi perlakuan kimia pada tanah dan kayu dan penghancuran sarang atau koloni dengan umpan atau dust toxicants pada bangunan yang telah terserang (pasca konstruksi).

Perlindungan bangunan dengan penghalang kimia pada permukaan tanah yang diaplikasikan melalui penyemprotan termitisida dengan tekanan rendah pada proses pembangunan konstruksi merupakan teknik yang paling efektif untuk mencegah serangan rayap. Demikian pula pada saat pasca konstruksi penggunaan perlakuan tanah dengan teknik injeksi termitisida merupakan alternatif yang banyak digunakan.

Solution Pest Control sebagai perusahaan yang bergerak di bidang pengendalian hama rayap (termite control) dapat menjadi solusi dalam mengamankan bangunan pra kontruksi maupun pasca kontruksi. Jangan tunggu sampai rayap merusak properti Anda. Silahkan hubungi kami untuk mendapatkan konsultasi gratis maupun survei gratis pada bangunan milik Anda.

Hubungi kami di nomor kontak yang tersedia atau anda bisa mengisi form FREE SURVEY :

Phone Number: (021) 426-2125 / (021) 426-2123
Whatsapp: +62 818216000 or +62 811182747