Hati-hati dengan rayap!

Betapa tidak, kerugian ekonomis akibat serangan hewan ini di tahun 1995 saja sudah mencapai Rp 1,67 triliun. Pakar rayap ini pun memperkirakan, kini kerugian ekonomis di Indonesia akibat serangan rayap tersebut bisa mencapai Rp 2,8 triliun. Nilai kerugian akan semakin meningkat jika masalah ini dibiarkan berlarut.Kerugian ini cenderung meningkat karena ketersediaan jenis-jenis kayu yang awet makin langka.

Apalagi, kata Dodi, saat ini terdata sebanyak 200 jenis rayap tanah di Indonesia. Dari sebanyak itu, lima persennya menjadi musuh manusia. Di daerah tropis terutama di Indonesia, rayap tanah (coptotermes curvignathus holmgren) merupakan salah satu serangga yang paling banyak menimbulkan kerusakan pada kayu dan bangunan kayu.

Rayap merupakan serangga penghancur kayu yang mampu merusak kayu struktural rumah (termasuk tiang, penopang lantai, plafon pendukung, subfloor dan kancing dinding), meja & kursi kayu, lemari kayu, panel kayu pada dinding dan sebagainya.

Tanda-tanda rayap di rumah sering tak terlihat atau diabaikan oleh rata-rata pemilik rumah. Kawanan rayap bersayap di musim semi mungkin salah diidentifikasi sebagai semut terbang. Saluran tanah yang biasa dibuat oleh rayap di sepanjang dinding pondasi mungkin sulit dilihat jika kita tidak melihatnya langsung di dinding. Pemilik rumah di daerah rawan rayap harus memeriksa rumah mereka untuk mencegah dan mengobati kerusakan rayap.

Tanda umum kerusakan properti kayu akibat rayap meliputi:

  1. Plafon yang berubah warna atau kendur di langit-langit atau dinding
  2. Lantai yang gesper atau kendor
  3. Lantai kayu yang terangkat ke atas
  4. Laminasi lantai kayu yang menggelembung atau melorot
  5. Kayu rusak yang mudah hancur
  6. Engsel pada kusen pintu atau jendela yang rusak
  7. Kayu terdengar berongga saat diketok dengan tangan maupun benda lain

Apabila serangan rayap tidak diketahui dan tidak diobati selama bertahun-tahun, rumah dapat mengalami kerusakan yang berat.