Tikus merupakan hama pengerat yang suka merusak barang dan meninggalkan jejak kotoran di tempat2 tersembuni. Urin tikus dan kotorannya juga berbau tidak sedap serta bisa jadi media penyakit berbahaya bagi keluarga dan bisnis anda jika anda seorang pengusaha yang bergerak di bidang perhotelan, rumah sakit, food and beverage ataupun gudang penyimpanan bahan makanan.

Pada artikel kali ini kami fokus membahas bahaya urin tikus dan potensi penyakit yang bisa ditimbulkan karenanya, seperti :

1. Leptospirosis atau yang dikenal juga sebagai demam canicola, demam ladang tebu, atau demam tujuh hari, merupakan penyakit menular akibat bakteri yang menyerang melalui perantara hewan seperti tikus dan anjing. Bakteri penyebab leptospirosis disebut leptospira yang dapat bertahan hidup selama satu bulan di air tawar.

Tidak hanya di air, bakteri ini juga bisa bertahan lama di tempat yang lembab, tanaman, maupun lumpur. Sementara air kencing tikus juga merupakan salah satu media tempat bakteri ini tumbuh dengan subur. Melalui air kencing tikus, bakteri ini kemudian dapat menular ke tubuh manusia melalui macam macam penyakit kulit pada bagian kulit, selaput lendir, luka, makanan, dan air.

2. Bakteri leptospira yang telah berhasil masuk ke tubuh manusia hanya memerlukan waktu empat sampai sepuluh hari untuk menyebar masuk ke dalam aliran darah. Selanjutnya, bakteri ini kemudian dapat menyerang berbagai organ penting di dalam tubuh seperti jantung, paru-paru, dan ginjal. Jika tidak segera ditangani, penyakit ini dapat menyebabkan kematian pada penderitanya dan merupakan penyakit paling mematikan jika tidak segera ditindak lanjuti.

Leptospirosis disebabkan bakteri Leptospira yang patogen (menyebabkan penyakit). Bentuknya spiral, bergerak maju mundur lentur. Panjangnya 10-20 mikromete, tebal 0,1 mikrometer. Sulit diamati.

5. Hyperbilrubinemia (sakit kuning), gagal ginjal, jantung berdebar, pembengkakan pada jantung sampai pada gagal jantung, batuk berdarah, sesak napas, nyeri di bagian dada, kerusakan pembuluh darah di saluran pernapasan, saluran pencernaanm saluran genitalia, organ ginjal, dan mata. Khusus bagi ibu hamil yang menderita Leptospirosis, bisa menyebabkan bayinya keguguran, kelahiran prematur, risiko cacat pada bayi yang dilahirkan, serta kematian bagi bayi.

6. Pada stadium ini, gejala yang biasanya akan muncul antara empat sampai sembilan hari ialah; demam sampai menggigil, kepala sering terasa berat, pusing dan mual, malaise, muntah, kelopak mata memerah (konjungtivitis), nyeri otot bagian betis maupun punggung. Sementara gejala yang lebih khas lagi ialah adanya purulen maupun eksudat serous pada mata.

Pada tahap ini telah terbentuk anti bodi di dalam tubuh penderita. Gejala yang timbul pun lebih beragam lagi jika dibandingkan dengan stadium pertama. Pada stadium bisa dikatakan sudah memasuki fase yang kritis karena demam yang terjadi bisa memunculkan adanya risiko penyakit lain seperti radang selaput otak (meningitis). Stadium kedua berlangsung pada minggu kedua dan keempat.

Data global menunjukkan, leptospirosis banyak dialami laki-laki 10-39 tahun. Namun, penyakit ini bisa menyerang siapa saja dan umur berapa saja. Oleh karena itu jangan pernah anggap remeh potensi bahaya penyakit yang bisa ditimbulkan oleh urin tikus baik itu di rumah maupun di gudang tempat usaha anda.

Untuk informasi lebih lanjut mengenai Layanan Jasa Pengendali Hama Tikus di JABODETABEK, anda bisa langsung menghubungi kami di nomor berikut:

Phone Number: (021) 426-2125 / (021) 426-2123
Email : jakarta@postiga.co.id

Atau bisa juga melalui FORM FREE SURVEI untuk mendapatkan jadwal survei gratis petugas pest control kami ke lokasi anda.

0Shares